Latest Entries »

Alat-alat di Laboratorium Instruments

1. Kromatografi Cair Kinerja Tinggi
( High Performance Liquid Chromatography) (HPLC)

gambar 1

gambar 1

DESKRIPSI ALAT:

Ø LaChromUltra delivers ultra-fast, high-resolution analyses through a balanced optimization of a 2μm particle column and a maximum 60MPa system pressure.

Ø Ultra-fast analysis times: Reduced to about 1/10, as compared with our conventional HPLC.

Ø Accurate and complete data: detector response times (0.01sec) and sampling periods (10msec) designed for high speed analysis.

Ø Easy to use: finger-tight column switching system allows you to easily change between ultra and conventional LC columns.

Ø Flexible: Choose Hitachi’s 3/5μm particle columns for easy method transfer between ultra and conventional LC applications . on one system.

Ø Instrumentation: Solvent delivery system, stainless steel, columns, injection port, flow throught detector recorder.

Ø System delivery pelarut

© Pompa reciprocating (Untuk laju alir konstan)

© Syring (Menggunakan motor stepper untuk mendorong pelarut dalam wadah)

© Hydraulik/Pneumatik (Pompa dengan gigi pemutar/gir untuk mendorong)

Ø Guard column

Kolom pendek berisi partikel dengan ukuran besar (30 <!–[if supportFields]> QUOTE <![endif]–>mikro mter) dengan bahan yang sama dengan kolom analisis yang diletakan antara injektor dengan kolom analis untuk menangkap partikuklat atau senyawa yang kemungkinan akan mengotori kolom.

Ø Scavenger column

Kolom pendek berisi silika untuk menjenuhkan fasa gerak dan melindungi fasa diam.

KEGUNAAN HPLC

HPLC digunakan untuk analisis senyawa non-volatile termasuk sampel ionik dan polimerik.HPLC dengan prinsip kromatografi adsorpsi banyak digunakan pada industri farmasi dan pestisida. Zat-zat dengan kepolaran berbeda, yaitu antara sedikit polar sampai polar dapat dipisahkan dengan HPLC berdasarkan partisi cair-cair. Asam-asam nukleat dapat dipisahkan dengan kolom penukar ion yang dikombinasikan dengan kolom butiran berlapiskan zat berpori.Penukar ion gel silica yang dimodifikasi secara kimia dan penukar ion klasik. Asam-asam nukleat telah terpisahkan pada PLB, waktu analisisnya lebih pendek. Morfin, heroin dan semacamnya telah dapat dipisahkan pada resin Zipax-SAX. Penukar ion gel silica yang dimodifikasi secara kimia mempunyai kapsitas tukar tinggi, vitamin-vitamin yang larut dalam air misalkan telah dapat dipisahkan.Pemakaian HPLC pada kromatografi eksklusi dilakukan dengan kolom panjang, tujuan utama kerjanya tetap sama yaitu penentuan berat molekul polimer dan masalah-masalah biokimia. Pada umumnya teknik ini dapat digunakan pada setiap metode kolom kromatografi.

2. Spektrofotometer Serapan Atom

Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS).

Gambar 2

Gambar 2

KOMPONEN DALAM AAS:

· Sumber Radiasi

Sampel diatomisasi sebelum dibakar atom-atom yang masih berada dalam keadaan dasar (ground state) yang mempunyai kecenderungan untuk menyerap energi yang dipancarkan oleh atom yang tereksitasi ketika kembali ke keadaan dasar. Peristiwa ini disebut self absorpsi, dimana hal ini mengakibatkan hubungan antara konsentrasi dan intensitas menjadi tidk linier. Untuk itu digunakan ”hollow cathode lamp” sebagai sumber energi.

· Sistem Pengatoman

Pembakaran yang digunakan terdiri dari campuran gas dan udara yang akan memberikan suhu tertentu. Pemakaian campuran gas ini tergantung  dari unsur yang akan dianalisis, karena yang dibutuhkan untuk mengatomkan masing-masing unsur berbeda. Sistem pengabutan sendiri terdiri dari burner (pembakar), pengabut (nebulizer), pengatur gas dan kapiler untuk mengabutkan contoh.

· Monokromator

Monokromator adalah alat yang bisa mengubah sinar polikromatis menjadi sinar yang monokromatis. Sistem monokromator sendiri terdiri dari celah masuk yang berupa cermin yang berfungsi untuk memfokuskan cahaya serta prisma yang fungsinya untuk menyebarkan cahaya.

· Detektor

Detektor berfungsi mendeteksi radiasi yang akan diukur dengan mengubahnya menjadi arus listrik untuk dapat diukur. Detektor ini terdiri dari tabung pelipat ganda foton.

· Pencatat

Sebelum sistem pencatat ada sistem pengolahan yang berfungsi mengolah kuat arus yang dihasilkan detektor menjadi besaran daya serap atom, yang selanjutnya diubah menjadi besaran konsentrasi. Sistem pengolahan terdiri dari rangkaian elektronik, sedangkan sistem pencatat berfungsi untuk mencatat hasil yang dikeluarkan oleh sistem pengolahan. Pencatat ini bisa berupa recorder atau mesin pencatat.

KEGUNAAN AAS

Spektrofotometer Serapan Atom (AAS) digunakan pada metode analisis untuk penentuan unsur-unsur logam dan metaloid yang berdasarkan pada penyerapan absorbsi radiasi oleh atom bebas.

Keuntungan metode AAS dibandingkan dengan spektrofotometer biasa yaitu spesifik, batas deteksi yang rendah dari larutan yang sama bisa mengukur unsur-unsur yang berlainan, pengukurannya langsung terhadap contoh, output dapat langsung dibaca, cukup ekonomis, dapat diaplikasikan pada banyak jenis unsur, batas kadar penentuan luas (dari ppm sampai %). Sedangkan kelemahannya yaitu pengaruh kimia dimana AAS tidak mampu menguraikan zat menjadi atom misalnya pengaruh fosfat terhadap Ca, pengaruh ionisasi yaitu bila atom tereksitasi (tidak hanya disosiasi) sehingga menimbulkan emisi pada panjang gelombang yang sama, serta pengaruh matriks misalnya pelarut.

3. Gas Chromatography (GC)

GC

GC

DESKRIPSI ALAT:

  • 100-psi electronic pneumatics control (EPC) inlets. A 150-psi split/splitless inlet is available on the 7890A and 6890N GC
  • Automated split ratios up to 7500:1
  • Fast sampling rates for the flame ionization, nitrogen phosphorus, and micro-electron capture detectors
  • Agilent ChemStation software for quick and easy data handling
  • Fast oven temperature ramps (up to 120 °C/min) and fast cool-down rates
  • A broad range of smaller-diameter (100 µm) high-speed capillary columns
  • Agilent’s method translation software (a free download from the Internet) that lets you transfer your current methods to faster methods in minutes. Before making a single run, you can determine how your system will perform when migrating to smaller columns and faster flow rates.

KOMPONEN-KOMPONEN GC:

  • Injection system

Injection system digunakan untuk memasukkan/menyemprot gas dan sample kedalam column.  Ada beberapa jenis injection system: 1) Packed column injector; umumnya digunakan dengan package column atau capillary column dengan diameter yang agak besar; injeksi dilakukan secara langsung (direct injection).  2) Split/Splitless capillary injector, digunakan dengan capillary column; sebagian gas/sample dibuang melalui split valve.   3) Temperature programmable cool on-column, digunakan dengan cool capillary column, injeksi dilakukan secara langsung.

  • Oven

Oven digunakan untuk memanaskan column pada temperature tertentu sehingga mempermudah proses pemisahan komponen sample.

  • Column

Column berisi stationary phase dimana mobile phase akan lewat didalamnya sambil membawa sample. Secara umum terdapat 2 jenis column, yaitu: 1) Packed column, umumnya terbuat dari glass atau stainless steel coil dengan panjang 1 – 5 m dan diameter kira-kira 5 mm.  2) Capillary column, umumnya terbuat dari purified silicate glass dengan panjang 10-100 m dan diameter kira-kira 250 mm.

  • Control system

berfungsi untuk:

1) Mengontrol pressure dan flow dari mobile phase yang masuk ke column. 2) Mengontrol temperature oven.

  • Detector

Detektor berfungsi mendeteksi adanya komponen yang keluar dari column.

Ada beberapa jenis detector, yaitu:

1) Atomic-Emission Detector (AED)

2)      Atomic-Emission Spectroscopy (AES) atau Optical Emission Spectroscopy (OES)

3) Chemiluminescense Spectroscopy

4)      Electron Capture Detector (ECD)

5)      Flame Ionization Detector (FID) dsb.

  • Data Aquisition

Data Aquisition berfungsi sebagai:

1) Control automatic calibration

2) Gas analysis

3) Graphics & Reporting.

Data aquisition merupakan perangkat gabungan dari Software dan Hardware (PC, Interface & Communication).

  • Technical Specification

Beberapa parameter yang menjadi ukuran spesifikasi teknis GC, antara lain:

1) Analytes; menyatakan komponen-komponen yang akan dianalisa/dideteksi.

2) Quantification limit (detectability); menyatakan kemampuan deteksi terkecil, dinyatakan dalam persen.

3) Measurement range; menyatakan kemampuan rentang pengukuran GC.

4) Communication Port ; digital port untuk komunikasi dengan PC atau perangkat digital lainnya.

5) Electrical Power Supply (voltage, phase, frequency, power).

PRINSIP KERJA

Gas chromatography (GC), gas (yang biasa disebut carrier gas) digunakan untuk membawa sample melewati lapisan (bed) material. Karena gas yang bergerak, maka disebut mobile phase (fasa bergerak), sebaliknya lapisan material yang diam disebut stationary phase (fasa diam). Ketika mobile phase membawa sample melewati stationary phase, sebagian komponen sample akan lebih cenderung menempel ke stationary phase dan bergerak lebih lama dari komponen lainnya, sehingga  masing-masing komponen akan keluar dari stationary phase pada saat yang berbeda. Dengan cara ini komponen-komponen sample dipisahkan.

Dalam kromatografi gas, fase bergeraknya adalah gas dan zat terlarut terpisah sebagai uap. Pemisahan tercapai dengan partisi sampel antara fase gas bergerak dan fase diam berupa cairan dengan titik didih tinggi (tidak mudah menguap) yang terikat pada zat padat penunjangnya.

CARA KERJA

Sampel yang sesuai dianalisis menggunakan teknik ini mestilah boleh larut dalam pelarut organic. Sampel akan disuntik melalui penyuntik dimana suhu yang digunakan biasanya lebih tinggi daripada suhu turus. Sampel yang meruap akan dibawa melalui turus oleh fasa bergerak seperti gas nitrogen tulen atau helium. Sampel yang terpisah daripada turus seterusnya dicamkan oleh pengesan (FID). Pengesan FID berfungsi dengan bantuan gas hidrogen dan udara mampat secara berterusan. Pemilihan turus yang sesuai dan manipulasi suhu oven pemisahan yang baik boleh dicapai. Terdapat dua jenis manipulasi suhu oven secara isotermal dan pemprograman suhu.

KEGUNAAN GC

Menganalisis sebarang sampel organik dan bukan organik yang boleh meruap dan yang mempunyai berat molekul kurang dari 100amu.

DAFTAR PUSTAKA

Day, R A and underwood A. I. 1993. Analisa Kimia Kuantitatif Terjemahan R. Roendro.Jakarta : erlangga.

http://www.wikipedia.com

http://www.GrameenFoundation.orgwww.Grameen

http://www.aulinx.de/

http:// Gaschromatography.com

http://HPLC_overview_handouts2002.com

FYGY’S

fotoku

fotoku

EFEK BAHAN KIMIA BAGI KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Sekarang ini banyak digembar-gemborkan tentang bahan kimia yang merugikan tubuh kita. Banyak orang-orang  tanya sehari berapa bahan kimia yang kamu konsumsi. Banyak orang bilang eh ini banyak mengandung bahan kimia gak baek dimakan, eh itu mengandung bahan kimia gak baik dipakai padahal dirinya sendiri sering menggunakan dan mengkonsumsi bahan-bahan kimia tanpa disadarinya. Misalnya mencuci, itu kan memakai bahan kimia beracun lagi, limbah hasil cucian itu sangat mencemari lingkungan terutama air, padahal kita sering memakai air dalam kehidupan sehari-hari tanpa di hemat, hanya memakainya seenak jidat tanpa ada usaha untuk merawatnya.Selain itu juga makanan yang mengandung bahan pengawet,pewarna,pemanis itu semua mengandung bahan kimia. Perasaan takut seringkali timbul pada diri kita ketika disebut kata-kata bahan kimia. Dengan memahami sifat, kegunaan, dan efek samping dari bahan-bahan kimia yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari akan merubah perasaan takut terhadap bahan kimia menjadi sikap dan tindakan hati-hati serta bijaksana dalam menggunakan bahan kimia. Sebab Interaksi bahan kimia dengan manusia dan lingkungan memang tidak dapat dihindari. Dalam artikel ini akan saya ulas mengenai BAHAN KIMIA Vs KEHIDUPAN SEHARI-HARI.

  1. BAHAN KIMIA RUMAH TANGGA
  • BAHAN KIMIA PEMBERSIH

Ketika tangan atau baju kalian terkena kotoran berupa minyak atau bahan lain dapatkah kalian menghilangkannya dengan cara menggosok-gosok dan membilas dengan air?Usaha kalian tidak akan memberikan hasil yang memuaskan, kalian tidak akan berhasil menghilangkan minyak yang menempel di tangan atau di baju. Pencucian dengan air saja, bahkan dengan penggosokan atau putaran mesin sekerasapapun, maka akan menghilangkan sebagian saja bercak dan kotoran, karena kotoran tadi tidak larut dalam air. Air juga tidak memiliki kemampuan menahan kotoran yang telah lepas dari kain agar tetap berada di air (tersuspensi)

dan tidak menempel lagi ke kain. Oleh karena itu diperlukan bahan kimia yang dapat membantu melepas kotoran dari tempatnya menempel dan kemudian menahan agar kotoran yang telah terlepas tetap tersuspensi. Bahan kimia yang dapat membantu proses pencucian ini adalah sabun dan deterjen.

Kandungan Zat-zat bahan pembersih ditunjukan pada table berikut.

No

Bahan Pembersih

Kandungan kimia

1

Sabun Natrium palmilat, Natrium palm kernelate, Natrium palm stearat,

air, gliserin, Natrium klorida, dan parfum.

2

Deterjen Alkil benzen Sulfonat, penguat, anti redeposisi, bahan

pencemerlang dan pewangi.

3

Shampo Air, Natrium lauril eter sulfat, kokomidopropil betain dimetiko,

glikol distearat, Natrium klorida, fragrans, dan karbomer.

4

Pasta gigi Natrium monoflouroposfat, kalsium gliseroposfat.

Bahan kimia penyusun bahan pembersih dibedakan atas bahan utama (bahan aktif) dan bahan tambahan (bahan aditif). Bahan aditif ditambahkan ke dalam bahan pembersih untuk memenuhi fungsi-fungsi sebagai penguat (builder), pelembut (pada pakaian), pewarnaan, pemberi aroma (pewangi), pengawet, pengental, dan medium (pelarut). Bahan aktif pada bahan pembersih berfungsi sebagai surfaktan. Surfaktan mempunyai kemampuan mengikat dan mengangkat kotoran. Dengan adanya surfaktan, maka lemak atau kotoran yang tadinya tidak dapat bercampur dengan air, kini dapat bercampur dengan air. Dengan demikian lemak atau kotoran dapat dilepaskan atau dihilangkan dari tempatnya menempel.

  • BAHAN KIMIA PEMUTIH

Pemutih yang paling banyak beredar di pasaran adalah jenis natrium hipoklorit. Natrium hipoklorit dan kalsium hipoklorit mempunyai sifat multifungsi. Selain sebagai pemutih, kedua senyawa ini dapat berfungsi sebagai penghilang noda dan desinfektan (sanitizer). Fungsi ganda NaOCl sebagai penghilang noda maupun desinfektan, dapat menjadi keunggulan ekonomis. Pemutih dapat ditemukan dalam dua wujud, yaitu padat dan cair. Pemutih padat (bubuk putih) adalah kalsium hipoklorit dengan rumus kimia Ca(OCl)2. Pada umumnya, masyarakat mengenal senyawa ini sebagai kaporit.

Bahan pemutih umumnya dibuat dari bahan-bahan seperti berikut ini : 1) Natrium hipoklorit, NaOCl (12,5%), 2) Emal-70, 3) Parfum, dan 4) Air. Pada umumnya, produk pemutih dipasaran mengandung NaOCl dengan konsentrasi 12%-13%. Mengapa tidak disediakan konsentrasi yang lebih tinggi? Ini semata-mata demi pertimbangan keselamatan dan teknis. Emal-70 adalah nama dagang dari jenis surfaktan berbahan aktif alkyl sulphate. Penambahan bahan ini hanya sebagai alternatif jika kita ingin menambahkan fungsi pemutih sebagai penghilang noda (stain remover). Seperti halnya Emal-70, parfum merupakan bahan tambahan (tidak harus ada). Kebanyakan produk pemutih yang ada di pasar tidak memakai parfum.

EFEK NEGATIF dari zat-zat pembersih yakni sangat mengganggu habitat dan kelangsungan hidup biota perairan. Sekarang coba kalian bayangkan jika semua air di sekeliling kita terkontaminasi oleh zat-zat pembersih di atas apa yang akan terjadi???? Bisa jadi kita tidak bisa makan ikan air tawar, bisa jadi air yang setiap hari kita konsumsi mengandung zat-zat beracun yang dapat menyebabkan kematian, akan adakah air bersih??? Untuk itu mari kita bersama menggunakan zat-zat pembersih yang beracun tersebut dengan efektif dan efisien.

  • BAHAN KIMIA PARFUM

Parfum adalah hasil pencampuran berbagai macam fragrance (bahan pewangi) yang bersifat mudah menguap dengan bau tertentu. Bahan kimia pewangi sering ditambahkan pada berbagai produk seperti sabun, deterjen, sampo, pembersih kaca, cairan pencuci piring, dan cairan pelembut pakaian, serta dijual dalam bentuk pengharum badan maupun ruangan. Perusahaan umumnya tidak mau menuliskan bahan kimia yang digunakan sebagai bahan pewangi. Orang sering memberi istilah “rahasia perusahaan”. Bahan kimia yang dipakai sebagai pewangi biasanya tidak tunggal tetapi campuran dari beberapa bahan pewangi.

Tabel Spesifikasi Bau Parfum dan Nama Zat Kimia

No

Spesifikasi bau

Nama zat kimia

1

floral, jasmine. Amil salisilat

2

herbaceous Amilsinamat aldehida

3

rocy, citrus Sitronelol

4

musk, sweet Galaksolida

5

rose Geraniol

6

pine needle sobornil asetat

7

murbai/arbei Butil asetat

8

peer/pisang ambon Amil asetat

9

jeruk Oktil asetat

10

arbei Etil butirat

11

apel Amil valerat

12

minyak gandapura Metil salisilat

Parfum juga dijual dalam bentuk pengharum badan dan pengharum ruangan. Komposisi zat-zat di dalam parfum pada umumnya adalah etil alkohol (50-90%),

akuades/ air suling (5-20%), dan fragrance (10-30%). Etil alkohol dalam komposisi ini berfungsi sebagai pelarut. Jangan lupa bahwa penggunaan parfum juga memiliki

efek negatif. Di dalam parfum, selain etil alkohol sebagai pelarut sering ditambahkan zat-zat seperti: aseton, benzaldehida, benzil asetat, benzil alkohol, etil asetat, dll.

Zat-zat ini memiliki efek negatif bagi kesehatan. Aseton dapat menyebabkan kekeringan mulut dan tenggorokan, kerusakan pita suara, mengantuk, dan depresi.

Benzaldehida memiliki efek narkotik dan iritasi pada kulit, mata, mulut, dan tenggorokan. Benzil asetat bersifat karsinogenik, cairannya dapat meresap ke dalam system tubuh melalui kulit, dan uapnya dapat mengiritasi mata. Benzil alkohol menyebabkan iritasi saluran pernapasan bagian atas dan penurunan tekanan darah. Etil asetat bersifat seperti narkotik, merusak hati, dan menyebabkan anemia.

  1. BAHAN KIMIA MAKANAN

Industri bahan makanan di Indonesia terus berkembang pesat, mulai dari skala kecil, menengah, maupun besar. Produk yang dihasilkan umumnya berupa bahan makanan olahan. Dalam pengolahan bahan makanan, ada dua macam tujuan yang dapat dicapai. Pertama yaitu menambah ragam makanan, misalnya dari susu dapat diperoleh beberapa hasil olahan yang berupa keju, susu kental manis, yoghurt, mentega, dan lain-lain. Kedua, untuk memenuhi keperluan khusus, misalnya membuat hasil olahan yang warnanya lebih menarik, lebih awet, lebih manis rasanya, dan sebagainya. Dalam upaya memenuhi keperluan khusus seperti yang disebutkan di atas, ternyata dalam pengolahan bahan makanan memang diperlukan penambahan zat yang memiliki sifat yang memungkinkan terpenuhinya keperluan khusus yang diinginkan. Zat yang ditambahkan tersebut dinamakan aditif makanan.

Namun demikian perlu diingat bahwa penggunaan aditif makanan tidak boleh dilatarbelakangi maksud menipu konsumen ataupun berdampak menurunkan nilai gizi makanan.

Bahan Pewarna

Jika kamu berbelanja ke toko kue kamu dapat menjumpai bahwa hampir semua kue yang dijajakan menggunakan pewarna. Ada yang berwarna hijau, kuning, merah, coklat, atau warna lain. Apa fungsi penambahan pewarna pada makanan tersebut? Bahan-bahan apa saja yang digunakan untuk memberi warna tersebut? Apakah penggunaan pewarna tersebut tidak berbahaya? Bila ditinjau dari asalnya, pewarna makanan digolongkan menjadi tiga yaitu: pewarna alami, identik dengan pewarna alami, dan pewarna sintetik.